Berita

Inilah Pengembangan Struktur Kurikulum Baru SD

Kurikulum baru yang akan diterapkan pada ajaran baru tahun 2013 diklaim dikembangkan dari kurikulum yang sekarang masih dipakai, yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam kurikulum baru perubahan yang mencolok adalah berkurangnya jumlah mata pelajaran dari 10 menjadi 6. Ada penambahan jam belajar, yaitu bertambah 4 jam perminggunya menjadi 36 jam untuk kelas tinggi.

Dalam uji publik kurikulum kemarin, yang hanya menampilkan slide kurikulum 2013 terdapat materi seperti gambar di bawah ini:

 
Terilihat pada kurikulum KTSP yang semula 10 mata pelajaran menjadi 6 di kurikulum baru, yaitu: Agama, PKn, Bahasa Indonesia, Matematika, Seni Budaya, dan Penjas. Pada struktur kurikulum baru terjadi penambahan jam belajar 4 jam. Dengan metode tematik intergratif yang akan dipakai membuat guru harus menyisipkan materi yang hilang ke mata pelajaran yang masih tetap ada.

Pada pengembangan struktur kurikulum baru rencananya yang akan menghapus mata pelajaran IPA dan IPS menuai banyak protes. Sehingga muncullah usulan struktur kurikulumbaru seperti pada slide seperti ini:
 
 
Seperti yang nampak pada gambar slide di atas, mata pelajaran IPA dan IPS akan diajarkan pada sebagai mata pelajaran pada kelas 4 atau 5. Sebelumnya hanya ada rencana IPA dan IPS hanya akan diintegrasikan dengan mata pelajaran lain. IPA dan IPS hanya akan mendapatkan 3 jam per minggunya.

Perubahan kurikulum 2013 untuk SD pada tahap awal hanya akan diterapkan pada 30% SD yang ada di seluruh Indonesia. Banyak kalangan menilai, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terlalu memksakan kurikulum baru ini, bahkan pengembangannya tanpa mengevaluasi kurikulum sebelumnya, KTSP. Bagaimana komentar Bapak Ibu terhapap srtuktur kurikulum baru ini?

Tanggapan

Artikel Lainnya

Mengelola Kelas dengan Profesional

Mengelola Kelas dengan Profesional

Kelas adalah taman belajar bagi anak, tempat mereka tumbuh dan berkembangnya fisik, intelektual dan emosional anak. Di kelas, segala aspek pendidikan pengajaran bertemu dan berproses. Guru dengan segala kemampuannya, anak dengan segala latar belakang dan sifat-sifat individualnya; kurikulum dengan segala komponennya;

READ MORE
Guru Bukan Pengabdi Buku

Guru Bukan Pengabdi Buku

Mengikuti kultwit Pak @gurukreatif langsung dari lokasi PLPG semalam ada satu hal yang cukup menarik. Ketika Beliau mengemukakan bahwa guru harus membawa siswa untuk produktif(dalam pembelajaran bahasa Indonesia), seorang follower Beliau menyampaikan bahwa dalam buku pelajaran yang dipakainya sering tidak ada

READ MORE
Membentuk Karakter Anak Melalui Dongeng

Membentuk Karakter Anak Melalui Dongeng

Dongeng bermanfaat untuk membentuk karakter anak. Menurut pakar dongeng, Muhammad Aris Kusdianto dari Yogyakarta, budaya dongeng dari orang tua kepada anak semakin jarang ditemui, sehingga mendongeng harus terus dihidupkan terutama oleh keluarga. "Saat ini, budaya dongeng dari orang tua kepada anak sudah mulai

READ MORE