Berita

Guru Harus Disiapkan untuk Integrasi IPA-IPS

Guru Harus Disiapkan untuk Integrasi IPA-IPS

KOMPAS.com — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Semarang mengemukakan, rencana pemerintah mengintegrasikan pelajaran IPA-IPS dalam pelajaran lain di sekolah dasar harus disertai penyiapan guru.

"Jangan lupa, guru SD harus disiapkan menjalankan kebijakan itu. Sebab, selama ini mereka terbiasa mengajarkan IPA dan IPS sebagai pelajaran tersendiri," kata Ketua PGRI Kota Semarang Ngasbun Egar di Semarang, Minggu (18/11/2012).

Hal itu diungkapkannya di sela-sela memantau perlombaan untuk memperingati Hari Ulang Tahun PGRI di sejumlah sekolah di Semarang, salah satunya SMP Negeri 4 Semarang.

Menurut Wakil Rektor I Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan PGRI Semarang (IKIP PGRI Semarang) itu, pihaknya mengapresiasi rencana pemerintah untuk menyederhanakan kurikulum, salah satunya mengintegrasikan IPA-IPS dalam pelajaran lain di SD.

"Selama ini, muatan kurikulum yang dibebankan pada anak-anak sekolah memang terlampau berat. Kami menyadari itu dan mengapresiasi jika kurikulum mau disederhanakan. Namun, harus ada kajian secara mendalam," katanya.

Kajian mendalam pada penyederhanaan kurikulum, kata dia, perlu dilakukan agar tidak salah langkah. Misalnya, integrasi IPA-IPS dalam pelajaran lain yang justru membuat substansi pelajaran tersebut menjadi hilang.

"Jangan sampai nantinya guru tidak siap dengan kebijakan itu atau malah menyulitkan. Akhirnya, muatan IPA dan IPS yang seharusnya terintegrasi pelajaran lain tidak diajarkan karena guru merasa kesulitan," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, guru-guru SD harus disiapkan terlebih dulu sebelum kebijakan tersebut diterapkan sehingga mereka bisa melaksanakan kebijakan itu secara maksimal, dan hasil pembelajaran yang dicapai juga optimal.

"Sebelum kurikulum baru diterapkan, harus ada jaminan 100 persen perangkatnya siap. Perangkat yang terpenting adalah guru yang menjalankan kurikulum. Kalau gurunya siap, maka kurikulum akan berjalan bagus," katanya.

Ia menilai, pengintegrasian IPA-IPS dalam pelajaran lain memungkinkan langkah ini diterapkan di SD karena sistem pengajaran guru masih terbagi dalam guru kelas, belum seperti guru-guru setiap pelajaran, seperti jenjang SMP dan SMA.

Ia juga mengatakan bahwa pengintegrasian untuk pembelajaran di SMP—yang sudah membagi guru pelajaran, seperti IPA dan IPS—tentu berjalan lebih sulit sebab akan ada guru IPA dan IPS yang tidak kebagian jam mengajar.

"Sebenarnya itu (pengintegrasian IPA-IPS) untuk SD memungkinkan. Hanya, guru-gurunya perlu disiapkan terlebih dulu secara matang. Jangan sampai mereka kaget dengan perubahan pola mengajar itu," kata Ngasbun.

 

Sumber :
ANTARA

 

Editor :
Benny N Joewono

 


Tanggapan

Artikel Lainnya

Ini Alasan MK Batalkan Status RSBI/SBI

Ini Alasan MK Batalkan Status RSBI/SBI

JAKARTA, KOMPAS.com - Juru Bicara Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar mengungkapkan alasan MK mengabulkan gugatan terhadap status Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) dan Sekolah Berstandar Internasional. Akil mengatakan status-status tersebut memunculkan diskriminasi dalam pendidikan dan membuat sekat

READ MORE
Tunjangan Guru Honorer Terhenti

Tunjangan Guru Honorer Terhenti

KOMPAS.com - Guru honorer di sekolah negeri mengadukan nasib mereka kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dan DPR karena tunjangan profesi guru yang menjadi hak mereka tidak lagi dibayarkan pemerintah. Para guru sampai saat ini tidak mendapat penjelasan alasan penghentian pembayaran tunjangan profesi guru yang

READ MORE
RSBI Dibubarkan, Orang Tua Murid Syukuran

RSBI Dibubarkan, Orang Tua Murid Syukuran

REPUBLIKA.CO.ID,YOGYAKARTA -- Para orang tua siswa Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di Kota Yogyakarta yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Untuk Pendidikan Berkeadilan menggelar tumpengan dan doa syukur atas keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang membubarkan RSBI.Tumpengan dan doa syukur tersebut di

READ MORE